Jakarta – Sebuah unit langka Mercedes-Benz CL65 AMG produksi tahun 2005 mencetak rekor dunia setelah terjual seharga $303.303 atau sekitar Rp4,7 miliar melalui platform lelang Bring A Trailer pada awal Februari ini. Nilai fantastis tersebut melampaui harga jual asli pabrikannya yang sebesar $182.280, sekaligus menandai kebangkitan prestise mesin V12 di mata para kolektor otomotif global.
Penjualan ini menjadi anomali besar mengingat nilai pasar rata-rata untuk model serupa biasanya hanya berkisar di angka $12.000 menurut data Kelley Blue Book.
Warisan Tenaga V12 yang Tak Tergantikan
Ketertarikan luar biasa terhadap mobil ini berakar pada spesifikasi mesin yang kini menjadi barang langka. Jantung pacu V12 berkapasitas 6.0 liter dengan twin-turbocharger mampu menyemburkan tenaga 604 horsepower dan torsi masif 738 lb-ft.
Kekuatan mesin yang melimpah ini memaksa Mercedes-Benz tetap menggunakan transmisi otomatis lima percepatan pada masanya, karena hanya teknologi tersebut yang mampu menahan gempuran torsi sebesar itu ke roda belakang.
“Mobil ini mewakili era paling berisik dan paling gila dari AMG, di mana torsi monumental mesin V12 disalurkan sepenuhnya ke roda belakang,” ungkap analis otomotif dalam keterangannya mengenai fenomena kenaikan harga mobil klasik modern ini.
Kondisi Sempurna Milik Kolektor Filantropis
Unit yang memecahkan rekor ini tampil mempesona dengan balutan warna Alabaster White dan interior kulit Java yang dipadukan dengan aksen kayu Chestnut. Mobil ini sebelumnya merupakan koleksi pribadi Michael Flux, seorang kolektor mobil sekaligus filantropis, yang hanya menempuh jarak 3.300 mil selama kepemilikannya.
Keadaan interior yang masih sangat terjaga memberikan nuansa kemewahan khas flagship coupe Mercedes pada zamannya, lengkap dengan fitur pintu soft-closing dan sistem audio Bose.
Keputusan Mercedes-Benz untuk menghentikan produksi seri CL dan beralih ke mesin V8 yang lebih kecil pada model-model terbaru justru mendongkrak nilai historis CL65 AMG.
Selama pabrikan Jerman tersebut belum berencana menghidupkan kembali grand touring coupe bermesin V12, para kolektor diprediksi akan terus memburu unit-unit serupa dengan harga yang setara dengan mobil eksotis masa kini.

