Jakarta – Industri film nasional mencetak sejarah baru melalui perilisan film bergenre science fiction (sci-fi) bertajuk “Pelangi di Mars”.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memberikan apresiasi tinggi terhadap karya yang memadukan isu lingkungan dengan teknologi mutakhir ini. Menurutnya, keberanian mengeksplorasi genre langka menjadi sinyal positif bagi daya saing sinema Indonesia di kancah global.
Inovasi Teknologi XR dan Visual Imersif
Produksi film ini mengadopsi teknologi Extended Reality (XR) berbasis Unreal Engine. Teknologi yang lazimnya menjadi pilar pengembangan gim tersebut kini beralih fungsi untuk menciptakan visualisasi luar angkasa yang nyata.
Penggunaan XR memungkinkan penonton merasakan sensasi berada di dalam pesawat ulang-alik hingga menginjakkan kaki di permukaan planet Mars secara imersif.
“Satu hal penting, science fiction itu juga genrenya jarang diangkat orang. Isu lingkungan juga jarang diangkat orang,” ujar Teuku Riefky Harsya, Jumat (3/4).
Proses kreatif ini melibatkan sedikitnya 300 animator dan 500 kru yang bekerja keras selama lima tahun. Skala produksi yang besar ini membuktikan bahwa sumber daya manusia kreatif Indonesia mampu mengeksekusi proyek ambisius dengan standar teknis yang tinggi.
Tren Positif Pasar Film Nasional
Pertumbuhan sektor sinema menunjukkan grafik yang sangat menggembirakan. Data tahun 2025 mencatat penjualan tiket bioskop mencapai 130 juta lembar, dengan dominasi film nasional sebesar 60 persen.
Memasuki tahun 2026, antusiasme masyarakat tetap terjaga dengan catatan 15 juta penonton pada periode awal tahun, di mana separuhnya terkonsentrasi pada enam judul film lokal saat libur Lebaran.
Pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem ini melalui fasilitasi akses pasar, skema pendanaan, dan pembiayaan bagi pelaku industri. Dukungan tersebut bertujuan agar film Indonesia tidak hanya merajai pasar domestik, tetapi juga menembus pasar internasional.
“Mari mendukung film nasional tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga untuk mendunia,” pungkasnya.

