Pulau Jawa masih menjadi tujuan utama. Pada Juli 2026, sebanyak 63,78 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara tercatat menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.
Besarnya mobilitas tersebut membuat akses transportasi menjadi bagian penting dalam pengembangan destinasi. Semakin mudah suatu daerah dijangkau, semakin terbuka pula peluang wisatawan untuk mengalokasikan waktu dan pengeluaran di destinasi tersebut.
Dampaknya tidak berhenti pada sektor transportasi. Aktivitas wisata menciptakan permintaan terhadap akomodasi, kuliner, transportasi lokal, atraksi wisata, produk UMKM, hingga usaha ekonomi kreatif di daerah tujuan.
Kementerian Pariwisata menilai jaringan kereta memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas antarkota dan antardaerah sekaligus memudahkan mobilitas wisatawan nusantara.
“Layanan KAI, khususnya di Pulau Jawa, menjadi sarana yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata. Perjalanan dengan kereta api juga menawarkan pengalaman berbeda karena wisatawan dapat menikmati beragam pemandangan selama perjalanan,” ujar Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Konteks konektivitas dan pengalaman perjalanan tersebut menjadi salah satu latar penyelenggaraan KAI Expo 2026 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pada 4-6 September 2026. Ajang ini menawarkan sejumlah promosi perjalanan, termasuk diskon tiket kereta api dan Whoosh serta program cashback.
Diskon tiket diberikan berdasarkan jarak waktu antara pembelian dan keberangkatan, mulai dari 30 persen untuk keberangkatan 41-45 hari sejak pembelian, 10 persen untuk keberangkatan 6-40 hari, serta 5 persen untuk keberangkatan 0-5 hari.
Bagi pariwisata domestik, konektivitas tersebut pada akhirnya bukan sekadar persoalan memindahkan wisatawan dari satu kota ke kota lain. Jaringan transportasi yang terhubung memungkinkan perjalanan menjadi pengalaman sekaligus membuka akses ekonomi bagi lebih banyak daerah.
“Setiap perjalanan yang dilakukan diharapkan menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan sekaligus memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Made.

