Jakarta – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi saksi debut manis pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam laga FIFA Series melawan St Kitts and Nevis, Jumat (28/3).
Skuad Garuda sukses mengamankan kemenangan telak 4-0 di hadapan publik sendiri. Sepanjang pertandingan, pelatih asal Inggris tersebut tampak sangat ekspresif dan aktif memberikan instruksi dari pinggir lapangan guna menjaga performa pemain.
Herdman mengungkapkan bahwa karakter meledak-ledak tersebut merupakan cerminan asal usulnya sebagai putra kelahiran Newcastle. Kota di Inggris tersebut memang terkenal memiliki penduduk dengan hasrat dan gairah sepak bola yang sangat tinggi. Karakter ini ia bawa ke dalam ruang ganti Timnas Indonesia untuk memacu mentalitas pemenang.
“Ya, saya berasal dari Newcastle. Itu adalah kota sepak bola yang penuh gairah. Menurut saya gairah itu harus ada,” ujar Herdman saat sesi jumpa pers.
Standar Taktis dan Ekspektasi Tinggi
Meskipun baru menangani tim dalam waktu singkat, Herdman menegaskan pentingnya menjaga fokus pemain di lapangan. Ia menerapkan kerangka taktis yang ketat dan menaruh harapan besar pada setiap individu dalam skuad Garuda. Instruksi konstan dari pinggir lapangan menjadi metode utama untuk memastikan strategi berjalan sesuai rencana.
“Tetapi jelas ada kerangka taktis dan saya memiliki harapan yang tinggi terhadap para pemain. Dan ketika Anda menyatukan sebuah tim untuk waktu yang singkat, Anda butuh pengingat yang konstan,” kata sosok yang sukses meloloskan Kanada ke Piala Dunia 2022 tersebut.
Kewaspadaan Terhadap St Kitts and Nevis
Kemenangan empat gol tanpa balas ini tidak lantas membuat Herdman jemawa. Pelatih kawakan ini justru menilai laga tersebut tetap memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Berdasarkan pengalamannya saat melatih timnas Kanada, St Kitts and Nevis merupakan lawan yang mampu memberikan perlawanan sengit jika mendapatkan celah sekecil apa pun.
“Terakhir kali saya melawan St. Kitts and Nevis, kami (timnas Kanada), memiliki pemain dari Bayern Munich (Alphonso Davies), kami hanya mengalahkan mereka 1-0. Itu pertandingan yang sangat sulit,” tutur Herdman.
Ia menambahkan bahwa membiarkan lawan mencuri gol akan membuat alur pertandingan menjadi jauh lebih berat bagi tim tuan rumah.

