Jakarta – Timnas Indonesia menunjukkan transformasi gaya bermain yang signifikan di bawah asuhan pelatih asal Inggris, John Herdman.
Penyerang legendaris skuad Garuda era 1980-an, Bambang Nurdiansyah, menilai tangan dingin Herdman telah memberikan identitas baru yang menjanjikan bagi sepak bola tanah air dalam waktu singkat.
“Dalam waktu yang singkat, dia memberikan bentuk baru untuk cara bermain timnas. Sejauh ini bagus, ya,” ujar sosok yang akrab disapa Banur tersebut.
Pengamatan Banur menyoroti kenyamanan para pemain dalam menerapkan skema operan pendek. Perubahan ini membuat Timnas Indonesia lebih dominan dalam penguasaan bola. Bukti nyata terlihat saat FIFA Series 2026, ketika skuad Garuda melibas St Kitts dan Nevis dengan skor telak 4-0. Bahkan, saat menelan kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria di partai final, pola permainan atraktif tetap terjaga.
Evaluasi Lini Depan dan Ketajaman Striker
Meski memuji progres yang ada, pahlawan emas SEA Games 1991 ini mengingatkan bahwa perjalanan Herdman baru seumur jagung. Evaluasi menyeluruh tetap menjadi keharusan demi menyempurnakan performa tim di ajang internasional mendatang. Banur memberikan catatan khusus mengenai komposisi pemain di sektor penyerangan.
“Kalau saya pribadi, timnas harus menambah pemain di sektor striker,” tutur pria yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik Persita Tangerang tersebut.
Debut Manis Herdman Lampaui Pendahulu
Statistik mencatat debut John Herdman sejak Januari 2026 jauh lebih impresif dibandingkan dua pelatih sebelumnya. Kemenangan 4-0 atas St Kitts dan Nevis melampaui catatan debut Shin Tae-yong yang kalah 2-3 dari Afghanistan pada 2021, serta Patrick Kluivert yang tumbang 1-5 dari Australia pada Maret 2025.
Publik kini menggantungkan harapan besar pada visi pelatih asal Inggris tersebut. Banur meyakini tim kepelatihan mampu mengidentifikasi celah dan terus mengasah kelebihan agar performa Indonesia semakin bersinar di kancah dunia.

