Jakarta – Aroma bensin dan bising kendaraan biasanya menjadi teman akrab bagi Abud Mahmudin (28) di SPBU 3413901 Cipinang, Pulogadung. Namun, Minggu (22/2) malam itu, suasana kerja yang rutin mendadak berubah menjadi horor yang menyakitkan.
Alih-alih melayani pelanggan dengan senyum, Abud justru harus kehilangan separuh giginya setelah sebuah bogem mentah bersarang di wajahnya. Rasa ingin tahu yang muncul akibat kegaduhan di area kerja ternyata harus dibayar mahal dengan rasa ngilu yang tak kunjung hilang, bahkan saat waktu berbuka puasa tiba.
Saraf Terkena Hingga Sulit Berbicara
Kondisi luka operator yang telah bekerja selama empat tahun ini tergolong cukup parah. Hantaman keras di bagian pipi menyebabkan kerusakan permanen pada struktur giginya.
“Gigi saya patah jadi setengah doang, tidak rata. Berdarah karena sarafnya kena pas dihajar bagian pipi,” ungkap Abud saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (24/2).
Luka tersebut tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga mengganggu fungsi dasar sehari-hari. Sensasi nyeri yang menusuk membuat aktivitas makan dan berbicara menjadi beban berat bagi korban.
“Susah makan. Buka puasa juga susah. Ngomong aja masih ngilu,” keluh Abud sambil menahan sakit.
Cuma Menonton Malah Menjadi Sasaran
Kejadian bermula saat terjadi keributan antara rekan kerja korban dengan oknum yang diduga aparat. Abud mengaku mendekat hanya karena refleks dan ingin mengetahui situasi di lingkungan kerjanya tanpa niat ikut campur dalam perdebatan.
“Saya cuma lihat doang, tidak ngomong sama sekali. Tapi malah saya yang ditandain,” tegas Abud.
Menurut kesaksiannya, pelaku sempat menunjuk-nunjuk sebelum melayangkan pukulan bertubi-tubi ke arah mata, pipi, hingga area belakang telinga. Aksi kekerasan ini tidak hanya menyasar Abud, melainkan juga mengenai dua rekan lainnya, yakni Ahmad Khoirul Anam dan Lukmanul Hakim.
Pemilik SPBU, Ernesta, telah mengambil langkah tegas dengan melaporkan insiden ini ke Polsek Pulo Gadung. Pihak Propam Polda Metro Jaya juga dilaporkan telah turun ke lapangan untuk menyelidiki keterlibatan oknum aparat dalam kasus penganiayaan ini.

