Jakarta – Kilau cahaya di Stadion Diego Armando Maradona seolah menjadi panggung penebusan bagi seorang pria asal Skotlandia yang sempat terbuang. Scott McTominay kini bukan lagi sekadar pelapis di lini tengah, melainkan mesin gol yang mematikan di bawah asuhan Antonio Conte.
Keputusan meninggalkan pelukan Manchester United pada 2024 terbukti menjadi langkah paling brilian dalam kariernya, mengubah status “pemain biasa” menjadi predator kotak penalti yang ditakuti di Serie A.
Ledakan Statistik di Bawah Asuhan Conte
Meski Napoli musim ini harus berjuang ekstra keras membagi fokus di berbagai kompetisi, performa individu McTominay justru meroket tajam. Dari 34 pertandingan yang telah dilakoni, gelandang bertenaga kuda ini sukses mencatatkan 10 gol dan empat assist.
Angka tersebut menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak bagi klub, sebuah pencapaian yang sulit dibayangkan saat masih berseragam Setan Merah.
Ketajaman ini memicu rumor panas di bursa transfer. Nama McTominay kini kembali dikaitkan dengan Manchester United yang kabarnya ingin memulangkan sang mantan.
Tak hanya itu, dua raksasa London, Arsenal dan Tottenham Hotspur, dilaporkan mulai pasang kuda-kuda untuk mengamankan tanda tangannya.
Peringatan Keras dari Legenda Skotlandia
Melihat spekulasi kepindahan tersebut, legenda Skotlandia sekaligus mantan pemain Manchester United, Gordon Strachan, angkat bicara. Strachan memberikan peringatan keras agar gelandang berusia 29 tahun itu tidak tergoda untuk kembali ke Old Trafford.
Menurutnya, sistem permainan di Italia saat ini adalah lingkungan terbaik yang pernah ditemui McTominay.
“Saya rasa Scott McTominay tidak perlu mengulangi kesalahannya. Saya pikir dia harus masuk ke sistem yang memungkinkannya menjadi gelandang, yang masuk ke kotak penalti tanpa terlalu banyak sentuhan,” tegas Strachan sebagaimana dikutip dari TeamTalk.
Strachan menilai keberadaan Bruno Fernandes di Manchester United sebagai penghambat peran utama McTominay. Ia melihat sistem Napoli memberikan kebebasan yang tidak akan didapatkan di Inggris.
“Apakah Manchester United akan bermain seperti itu? Karena sekarang ada Bruno Fernandes yang bermain sebagai nomor 10. Dia bukan pemain yang paling lincah dalam mengontrol bola, dia bukan pemain dengan visi terbaik di dunia, tetapi untuk seseorang yang menyerang kotak penalti dan mencetak gol serta memberikan kekuatan di lini tengah, maka dia adalah orang yang tepat,” pungkas Strachan.

