Jakarta – Riuh rendah penonton di Intuit Dome, California, mendadak pecah saat bola terakhir yang dilepaskan Allan Houston meluncur mulus melewati jaring tepat ketika bel tanda berakhirnya pertandingan berbunyi.
Di bawah lampu sorot megah Inglewood, Jalen Brunson dan kolega menari di tengah lapangan, merayakan kembalinya takhta akurasi tembakan ke tangan New York. Setelah satu dekade mati suri, ajang Kia Shooting Stars kembali hadir pada Minggu (15/2) WIB dengan drama yang menobatkan Team Knicks sebagai raja baru di aspal NBA All-Star 2026.
Team Knicks sukses membukukan kemenangan meyakinkan dengan skor 47 poin, meninggalkan Team Cameron yang harus puas di posisi kedua dengan raihan 38 poin. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan dominasi New York musim ini setelah sebelumnya berhasil menggondol trofi Emirates NBA Cup pada Desember 2025 lalu.
Hujan Tembakan Empat Poin di Babak Final
Kemenangan Team Knicks tidak lepas dari performa tajam Jalen Brunson, Karl-Anthony Towns, dan sang legenda hidup, Allan Houston. Ketiganya tampil beringas dengan melesakkan lima tembakan bernilai empat poin pada babak penentuan. Brunson menjadi motor serangan utama sekaligus eksekutor tembakan penentu kemenangan yang membungkam ambisi lawan.
“Kemenangan ini terasa luar biasa, apalagi bisa bermain bersama legenda seperti Allan Houston yang tetap tajam meski sudah lama tidak berkompetisi secara resmi,” ujar Jalen Brunson saat sesi wawancara usai laga di pinggir lapangan.
Team Cameron sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit melalui aksi Corey Maggette. Meski sudah menginjak usia 46 tahun, Maggette tampil tanpa celah dengan menyapu bersih tiga upaya tembakan jarak jauh bernilai empat poin. Namun, kolektivitas Team Knicks terbukti terlalu tangguh untuk dilampaui.
Dominasi Sejak Putaran Pertama
Keunggulan Team Knicks sudah terlihat sejak babak awal. Tim asal New York ini mencatat skor tertinggi dengan 31 poin, termasuk tiga kali sukses melakukan tembakan dari titik empat poin. Sebaliknya, beberapa tim unggulan justru harus angkat koper lebih awal.
Team Harper yang mengandalkan kekompakan keluarga Ron Harper Sr. beserta anak-anaknya hanya mampu mengumpulkan 18 poin. Sementara itu, Team All-Star yang dihuni bintang muda seperti Scottie Barnes dan Chet Holmgren gagal total setelah hanya mampu mengemas 16 poin.
Keberhasilan Allan Houston meraih gelar ini juga mencatatkan sejarah personal. Ini merupakan gelar juara Shooting Stars kedua bagi Houston setelah sebelumnya meraih prestasi serupa pada 2012.
“Melihat bola masuk di detik terakhir selalu memberikan sensasi yang sama, tidak peduli berapa usia Anda,” pungkas Allan Houston sembari memegang trofi kemenangan.

