Jakarta – Manajemen TikTok membantah keras rumor yang menyebutkan platform e-commerce Tokopedia akan segera ditutup dan diganti sepenuhnya oleh TikTok Shop pada awal Februari 2026.
Kabar burung yang sempat memicu keresahan di kalangan pengguna dan pelaku UMKM tersebut dipastikan tidak benar setelah juru bicara resmi TikTok mengonfirmasi komitmen perusahaan untuk terus mempertahankan serta mengembangkan ekosistem Tokopedia di Indonesia melalui investasi berkelanjutan.
“Kami mendengar rumor mengenai masa depan Tokopedia. Rumor tersebut tidak benar. Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia,” tegas juru bicara TikTok melalui keterangan resminya.
Manajemen menambahkan bahwa Tokopedia tetap beroperasi secara penuh dengan fokus utama pada peningkatan pengalaman belanja bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Jejak Digital di Media Sosial
Isu ini mencuat pertama kali melalui unggahan akun @ecommurz di platform X pada Kamis (29/1). Akun yang kerap membocorkan informasi industri teknologi itu mengklaim mendapatkan informasi dari lingkaran dalam perusahaan mengenai rencana penghapusan aplikasi Tokopedia.
“Kabar dari teman-teman di Tokopedia, mereka akan menutup aplikasi Tokopedia dan TikTok Shop akan memiliki aplikasi terpisah sendiri,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Meskipun TikTok telah memberikan bantahan, spekulasi ini sempat menciptakan gelombang diskusi panas di jagat maya mengingat posisi strategis kedua platform tersebut dalam peta perdagangan digital nasional.
Pengawasan Ketat BPKN
Menanggapi dinamika ini, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menyatakan langkah siaga untuk memantau transformasi platform digital tersebut.
BPKN akan berkoordinasi dengan kementerian terkait guna memastikan perlindungan data dan hak-hak pengguna tetap menjadi prioritas utama di tengah isu integrasi sistem.
Ketua BPKN, Mufti Mubarok, menekankan pentingnya kewaspadaan publik terhadap perubahan kebijakan platform besar.
“Konsumen tidak boleh diam. Negara hadir melalui BPKN untuk memastikan hak-hak konsumen digital tetap terlindungi,” ujar Mufti saat memberikan pernyataan resmi pada Selasa (3/2).

