Jakarta – Film horor eksorsisme Indonesia terbaru bertajuk Kuasa Gelap: Perjanjian Darah resmi memasuki masa produksi sebagai sekuel dari kesuksesan volume pertamanya. Paragon Pictures bersama Ideosource Entertainment mengumumkan kelanjutan kisah Thomas ini dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (27/3).
Film yang menonjolkan ritual pengusiran setan dari sudut pandang iman Katolik tersebut menargetkan jadwal tayang di layar lebar pada tahun 2026 mendatang.
Eksplorasi Kelayakan Thomas Sebagai Eksorsis
Volume kedua ini menjanjikan kedalaman cerita yang lebih kompleks dibandingkan pendahulunya. Jika film pertama berfokus pada pengenalan trauma, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan menggali sisi kemanusiaan dan masa lalu Thomas secara lebih intim. Penonton akan menyaksikan pergolakan batin serta ujian kelayakan Thomas dalam mengemban tugas sebagai seorang eksorsis atau pengusir setan.
Jerome Kurnia, yang berperan sekaligus menjabat sebagai Executive Producer, menyatakan rasa syukurnya atas apresiasi masyarakat terhadap karya ini. Ia tidak menyangka pendekatan eksorsisme Katolik yang terbilang baru di Indonesia mendapat sambutan hangat.
“Awalnya kami hanya ingin menghadirkan sesuatu yang belum pernah dibuat, tentang eksorsisme. Ternyata diterima oleh banyak orang, dan itu membuat saya sangat bahagia. Sekarang kami bisa membuat yang kedua, dan semoga bisa terus memberikan pandangan baru,” ujar Jerome Kurnia di hadapan awak media.
Sentuhan Budaya Pesugihan dan Perjanjian Darah
Meski tetap mempertahankan ciri khas ritual gereja, sekuel ini akan memadukan unsur budaya lokal yang sangat melekat di masyarakat Indonesia, yakni pesugihan. Produser Eksekutif Andi Budiman menjelaskan bahwa tema kali ini mengangkat dampak destruktif dari praktik hitam terhadap keutuhan keluarga. Sudut pandang religi tetap menjadi pondasi utama dalam menghadapi teror gelap tersebut.
“Kami ingin penonton belajar bahwa hal-hal negatif seperti pesugihan bisa memberikan dampak besar, terutama bagi keluarga. Ini bukan sekadar horor, tapi juga refleksi,” jelas Andi Budiman terkait pesan moral dalam film tersebut.
Proyek ambisius ini juga melibatkan jajaran aktor papan atas seperti Lukman Sardi, Ferry Salim, Feby Febiola, hingga Kiki Narendra. Dengan kolaborasi talenta berbakat dan narasi yang lebih kelam, film ini diprediksi akan menjadi salah satu primadona horor nasional pada 2026.

