Presiden Prabowo memberikan arahan agar pengelolaan keuangan negara tetap menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN sekaligus mendukung program prioritas pemerintah. Suahasil menyatakan APBN harus mampu menjalankan fungsi tersebut secara berkelanjutan.
“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” kata Suahasil.
Suahasil sebelumnya merupakan Wakil Menteri Keuangan dan telah berada di lingkungan Kementerian Keuangan dalam sejumlah posisi strategis. Dia pernah menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal secara definitif sejak 2016 sebelum dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan pada 2019 dan kembali menduduki posisi tersebut pada pemerintahan Prabowo pada 2024.
Dalam masa transisi kepemimpinan, Suahasil juga menyatakan pergantian Menteri Keuangan tidak berarti perubahan mendadak terhadap pekerjaan Kementerian Keuangan. Fokusnya tetap pada pengelolaan APBN untuk mendukung pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
“Melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan, kita bukan masalah berubah-berubah. Ini melanjutkan kegiatan, melanjutkan aktivitas, melanjutkan semua tugas fungsi dari Kementerian Keuangan, yaitu untuk menjaga APBN, menumbuhkan ekonomi, menstabilkan ekonomi,” ujar Suahasil.
Suahasil kini harus menjalankan mandat tersebut di tengah pembahasan RAPBN 2027 yang masih berlangsung sekaligus menyelesaikan pelaksanaan APBN 2026 hingga akhir tahun. Dia juga menyatakan kondisi internal Kementerian Keuangan aman setelah pergantian kepemimpinan.

