Menurut dia, penguatan kompetensi desain perlu dilakukan sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu strategi Kemendag untuk menyiapkan talenta muda yang memahami desain dan kebutuhan pasar ekspor sejak dini,” ujar Puntodewi.
Melalui kerja sama tridharma tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman langsung, tetapi juga dapat berkontribusi dalam pengembangan desain produk dan usaha mikro, kecil, dan menengah Indonesia.
Puntodewi menilai peningkatan kompetensi desain penting untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Ari berharap kerja sama Kemendag dan MNC University dapat memperkuat hubungan antara pemerintah, dunia akademik, dan industri.
Sinergi tersebut juga diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memahami kebutuhan desain serta dinamika pasar global.
Sementara itu, Direktur Kemitraan dan Kantor Urusan Internasional MNC University Fenny Yutika Seli mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah untuk memperluas sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri.
“Kami berharap kerja sama ini dapat diimplementasikan melalui berbagai program yang memberikan pengalaman dan meningkatkan kompetensi mahasiswa maupun sivitas akademika, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Fenny.
Bagi mahasiswa, kolaborasi ini membuka ruang pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Sementara bagi pemerintah, keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat ekosistem desain sebagai salah satu unsur pendukung pengembangan produk Indonesia untuk pasar ekspor.

