Jakarta – Raksasa teknologi Sony kembali mengerek harga konsol PlayStation 5 (PS5) secara global mulai April 2026 sebagai dampak langsung dari krisis rantai pasokan semikonduktor.
Kenaikan harga ini menyasar pasar utama mulai dari Amerika Serikat, Eropa, Jepang, hingga merambah ke pasar Indonesia.
Kondisi ekonomi yang menantang memaksa produsen asal Jepang tersebut melakukan penyesuaian harga kedua dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
Krisis Helium dan Dominasi Industri AI
Faktor geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama tersendatnya produksi komponen elektronik. Serangan terhadap fasilitas ekspor gas di Qatar mengganggu pasokan helium dunia, padahal material ini sangat krusial dalam proses manufaktur chip komputer.
U.S. Geological Survey mencatat bahwa Qatar menyuplai sepertiga kebutuhan helium global, dan konflik tersebut mengakibatkan defisit distribusi hingga 14 persen.
Di sisi lain, produsen chip saat ini cenderung memprioritaskan pesanan dari sektor infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi daripada perangkat konsol rumahan. Keterbatasan pasokan ini membuat biaya produksi membengkak drastis. Sony secara resmi memberikan pernyataan terkait langkah sulit yang diambil perusahaan.
Estimasi Harga Terbaru di Indonesia
Mulai 2 April, harga PS5 standar di pasar global melonjak hingga Rp10,4 juta, sementara varian Digital Edition menyentuh angka Rp9,6 juta. Kenaikan paling signifikan terlihat pada PlayStation 5 Pro yang kini menembus Rp14,4 juta dari harga sebelumnya Rp12 juta. Bahkan perangkat pendukung seperti PlayStation Portal turut mengalami lonjakan harga menjadi Rp4 juta.
Pasar Indonesia juga merasakan dampak dari tren kenaikan global ini. Di toko-toko resmi tanah air, PS5 Slim Digital kini berada di kisaran Rp7,1 juta hingga Rp7,6 juta. Untuk varian PS5 Slim Disc Edition, pembeli harus merogoh kocek antara Rp8,2 juta hingga Rp8,9 juta.
Sementara itu, varian tertinggi PS5 Pro diperkirakan melambung hingga Rp12,5 juta, bahkan beberapa distributor memprediksi harga varian tertentu berpotensi menembus angka Rp15 juta.

