Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Administrasi Jakarta Selatan melaporkan sepanjang 53,81 kilometer jalan di wilayah Jakarta Selatan masih dalam kondisi rusak hingga awal tahun 2026, sehingga memerlukan perbaikan intensif guna menjamin keselamatan para pengguna jalan.
Kondisi ini mencakup berbagai titik krusial, termasuk kerusakan permukaan di Jalan Wolter Monginsidi yang memaksa pengendara menurunkan kecepatan demi menghindari kecelakaan.
Evaluasi Infrastruktur dan Keamanan Berkendara
Meskipun terdapat puluhan kilometer jalur yang bermasalah, data menunjukkan bahwa mayoritas infrastruktur transportasi di wilayah ini masih dalam kategori layak. Kepala BPS Jakarta Selatan, Akhmad Fikri, menjelaskan bahwa dari total panjang jalan sebesar 1.999,82 kilometer, sebagian besar telah memenuhi standar pelayanan minimum.
“Berdasarkan kondisi jalan pada 2024, total 53,81 km mengalami kerusakan, sementara sepanjang 1.531,99 km tercatat dalam kondisi baik dan 414,02 km dalam kondisi sedang,” ujar Akhmad Fikri, Selasa (10/2).
Status Kewenangan dan Kualitas Permukaan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memegang kendali penuh atas pemeliharaan seluruh ruas jalan tersebut.
Berdasarkan klasifikasi jenis permukaan, hampir seluruh akses transportasi di Jakarta Selatan kini telah berlapis aspal, yang menandakan adanya upaya modernisasi infrastruktur meskipun angka kerusakan belum mengalami perubahan signifikan sejak tahun sebelumnya.
Akhmad menegaskan bahwa data ini menjadi parameter vital bagi pemerintah daerah dalam memetakan kebijakan ekonomi.
“Panjang jalan di Jakarta Selatan pada 2024 tercatat mencapai 1.999,82 km, seluruhnya berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi,” tambahnya.

