Jakarta – Marc Cucurella, bek sayap andalan Chelsea, melontarkan kritik keras terhadap manajemen klub yang memutuskan untuk memecat Enzo Maresca.
Keputusan manajemen tersebut dianggap merusak stabilitas tim yang baru saja mulai menemukan ritme permainan terbaik.
Marc Cucurella menilai bahwa pergantian pelatih di tengah musim menjadi pemicu utama merosotnya performa The Blues secara drastis dalam beberapa bulan terakhir.
Dampak Instabilitas di Stamford Bridge
Kepergian Maresca pada Januari lalu membawa perubahan negatif yang signifikan bagi skuad London Barat. Padahal, di bawah arahan pelatih asal Italia tersebut, Chelsea sukses mengamankan trofi Conference League dan Piala Dunia Antarklub.
Skuad telah bekerja selama 18 bulan untuk membangun sistem yang solid sebelum manajemen akhirnya menunjuk Liam Rosenior sebagai suksesor.
Hasilnya justru berbanding terbalik dengan harapan. Chelsea harus menelan pil pahit setelah tersingkir dari Liga Champions dengan agregat telak dari Paris Saint-Germain. Dalam wawancara eksklusif bersama The Athletic, Marc Cucurella membongkar situasi ruang ganti yang sempat merasa sangat nyaman dengan skema sebelumnya.
“Bersama Enzo Maresca, kami lebih stabil karena sudah bekerja 18 bulan. Di bulan-bulan terakhir, kami bermain hampir otomatis dan paham apa yang harus dilakukan,” ujar Marc Cucurella.
Pembelajaran dari Proyek Jangka Panjang
Pemain asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa membangun tim juara membutuhkan proses dan kesabaran, bukan keputusan instan yang terburu-buru.
Ia membandingkan situasi Chelsea dengan kesuksesan Mikel Arteta di Arsenal yang mendapat waktu untuk mematangkan ideologinya. Menurutnya, manajemen Chelsea seharusnya menunggu hingga akhir musim jika memang ingin melakukan penyegaran di kursi kepelatihan.
“Kalau menurut saya, saya tidak akan mengambil keputusan itu. Kepergian Maresca memberi dampak besar bagi kami,” tegas Marc Cucurella.
Kini, Liam Rosenior memikul beban berat untuk segera memperbaiki performa tim di tengah jadwal padat Premier League dan Piala FA. Tanpa waktu adaptasi yang cukup, tantangan Chelsea untuk kembali ke jalur kemenangan menjadi semakin terjal akibat hilangnya pondasi sistematis yang sebelumnya telah terbangun.

