Jakarta – Oppo mengonfirmasi telah mengembangkan sejumlah prototipe ponsel lipat tiga (tri-fold), namun memutuskan untuk tidak meluncurkannya ke pasar dalam waktu dekat.
Di saat kompetitor seperti Samsung dan Huawei mulai memperebutkan ceruk pasar mewah tersebut, Oppo memilih untuk tetap fokus pada produk yang lebih terjangkau dan memiliki daya serap pasar yang lebih luas.
Segmen ponsel lipat memang tengah bertumbuh pesat dari pasar niche menuju arus utama. Meski perangkat lipat tiga diprediksi menjadi tren besar berikutnya seperti munculnya Huawei Mate XT, Oppo lebih memilih untuk menarik diri dari perlombaan tersebut.
Manajemen produk Oppo mengungkapkan bahwa pihaknya tidak sekadar mempertimbangkan ide tersebut, melainkan sudah berhasil membangun unit fungsional di laboratorium mereka.
Hambatan teknik, seperti sistem engsel ganda yang tahan lama, sebenarnya sudah berhasil diatasi oleh para insinyur Oppo. Namun, perusahaan menilai ada perbedaan besar antara menciptakan gawai yang canggih dan meluncurkan produk konsumen yang layak secara bisnis.
Tingginya biaya produksi menjadi alasan utama, mengingat harga jual perangkat lipat tiga di pasaran saat ini bisa melampaui angka 2.400 dolar AS (sekitar Rp37 juta).
Oppo tampaknya sedang memainkan strategi jangka panjang dengan menunggu biaya manufaktur menurun dan permintaan konsumen lebih stabil. Melalui seri “Find N”, Oppo berkomitmen untuk tetap menghadirkan inovasi yang lebih masuk akal bagi kantong pengguna.

