Jakarta – Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, terus memantau perkembangan pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028 setelah menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah dan FIFA.
Langkah strategis ini merupakan kelanjutan dari ambisi besar Indonesia untuk membawa turnamen kasta tertinggi futsal dunia ke tanah air. Meskipun rencana tersebut sudah bergulir sejak 2025, FFI kini tengah menunggu kepastian lebih lanjut mengenai prosedur pemilihan oleh FIFA.
Progres Komunikasi dengan PSSI dan FIFA
Michael menjelaskan bahwa Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, telah menyampaikan niat Indonesia secara langsung kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Walaupun pembicaraan awal telah berlangsung sejak tahun lalu, proses birokrasi di level internasional memerlukan waktu yang tidak sebentar. Perbedaan durasi penentuan tuan rumah antara sepak bola lapangan besar dan futsal menjadi faktor utama mengapa kepastian belum kunjung tiba.
“Beliau (Erick) juga sudah pernah cerita ke saya bahwa beliau sudah sampaikan juga ke Presiden FIFA hal tersebut. Tapi itu kan tahun lalu. Dan memang kalau Piala Dunia Futsal itu beda dengan sepak bola ya. Kalau sepak bola itu diputuskan jauh-jauh hari,” ungkap Michael saat memberikan keterangan kepada media.
Modal Kesuksesan Piala Asia Futsal 2026
Pemerintah optimistis karena Indonesia memiliki modal kuat berupa kesuksesan penyelenggaraan Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta. Keberhasilan tersebut menjadi bukti kesiapan infrastruktur dan antusiasme suporter yang luar biasa. Namun, tantangan muncul karena adanya potensi penyelenggaraan beruntun di wilayah yang berdekatan, sehingga diplomasi dengan FIFA menjadi kunci utama.
“Kami mau tunggu perkembangannya lagi. Dan saya juga kemarin ketemu dengan Pak Erick Thohir sudah ada bicara-bicara sekilas,” tambah Michael.

