Jakarta – Vivo secara mengejutkan kembali menghidupkan lini Y21 melalui suksesor terbaru bernama Vivo Y21 5G yang telah resmi mengantongi sertifikasi SIRIM di Malaysia dan BIS di India pada awal Februari 2026. Smartphone ini menggebrak pasar kelas menengah dengan mengandalkan kapasitas baterai monster hingga 6.500 mAh serta teknologi pengisian daya cepat 44W FlashCharge.
Performa Baterai Berbeda Tiap Wilayah
Berdasarkan data sertifikasi dengan nomor model V2553 dan V2554, Vivo menghadirkan dua versi kapasitas baterai untuk pasar yang berbeda.
Konsumen di India dan Malaysia akan mendapatkan versi baterai dengan kapasitas rated 6.355 mAh yang kemungkinan besar dipasarkan sebagai 6.500 mAh. Sementara itu, wilayah lain akan menerima kapasitas sedikit lebih kecil, yakni rated 5.090 mAh atau tipikal 5.250 mAh.
“Baterai pada perangkat ini dirancang untuk bertahan hingga 1.600 siklus pengisian daya sebelum kapasitasnya turun di bawah 80 persen,” tulis laporan dalam database EPREL.
Hal ini menunjukkan fokus Vivo pada durasi pemakaian jangka panjang yang bisa mencapai usia lima tahun penggunaan normal.
Ketahanan Ekstrem dan Jaminan Update Jangka Panjang
Tidak hanya soal daya, Vivo Y21 5G juga menonjolkan durabilitas fisik. Perangkat ini meraih predikat Grade A untuk uji ketahanan jatuh (drop resistance), meski untuk skor kemudahan perbaikan (repairability) hanya mendapatkan nilai C.
Untuk melindungi komponen internal dari cuaca, Vivo menyematkan sertifikasi IP65 yang menjamin ponsel tahan terhadap debu dan percikan air.
Langkah berani juga diambil Vivo terkait dukungan perangkat lunak. Perusahaan berkomitmen memberikan pembaruan keamanan Android selama lima tahun berturut-turut.
“Langkah ini memastikan pengguna tetap merasa aman menggunakan perangkat meski teknologi sistem operasi terus berkembang,” pungkas analis industri dalam laporan tersebut.

