Jakarta – Aroma kemenangan sempat tercium tajam di udara Molineux Stadium saat papan skor menunjukkan angka 2-0 untuk keunggulan tim tamu. Namun, euforia itu menguap begitu saja, berganti dengan raut wajah masam Mikel Arteta yang menyaksikan anak asuhnya kehilangan kendali di paruh kedua.
Arsenal yang awalnya tampil perkasa lewat gol Bukayo Saka dan Piero Hincapie, harus rela pulang dengan satu poin setelah Wolverhampton Wanderers bangkit menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Dosa Kolektif dan Hilangnya Kendali
Kegagalan mempertahankan keunggulan memicu kekecewaan mendalam bagi sang juru taktik. Arsenal dinilai kehilangan fokus yang berakibat fatal pada skenario perburuan gelar juara.
Bukannya menjauh dari kejaran rival, The Gunners justru terjebak dalam lubang yang mereka gali sendiri akibat kesalahan individu dan organisasi pertahanan yang rapuh.
“Kami harus menyalahkan diri kami sendiri. Kami frustrasi karena kesalahan kami sendiri,” ujar Arteta sebagaimana dikutip dari laman resmi klub, Kamis (20/2).
Pelatih asal Spanyol tersebut menyoroti performa tim yang merosot tajam selepas jeda. Dominasi yang terbangun di babak pertama seolah sirna begitu Hugo Bueno dan Tom Edozie merobek jala gawang Arsenal. Absennya kontrol permainan di babak kedua menjadi poin evaluasi utama sebelum memasuki pekan krusial.
Ancaman Manchester City dan Derby London
Hasil imbang ini merupakan torehan satu poin kedua secara berturut-turut setelah sebelumnya ditahan imbang Brentford. Situasi ini membuat posisi di puncak klasemen kian terancam. Jika Manchester City berhasil menumbangkan Newcastle United pada Minggu dini hari, jarak poin akan terpangkas menjadi hanya dua angka saja.
Kondisi semakin pelik mengingat laga berat bertajuk Derby London Utara melawan Tottenham Hotspur sudah menanti di depan mata. Waktu pemulihan yang singkat menuntut respons cepat dari seluruh skuad agar momentum juara tidak lenyap begitu saja.
“Kekalahan ini terasa menyakitkan dan kami harus memperlakukannya dengan cara yang tepat agar berkembang,” tutur Arteta.

