Jakarta – Jakarta International Stadium (JIS) resmi menjadi lokasi megakonser Avenged Sevenfold pada 10 Oktober 2026 sebagai bagian dari visi Jakarta menuju kota global.
Pemilihan stadion ini mengukuhkan posisi Jakarta dalam peta hiburan dunia sekaligus memberikan standar baru bagi pertunjukan musik internasional di Indonesia.
Keputusan memindahkan panggung dari Stadion Madya ke JIS didasari oleh kebutuhan ruang yang lebih besar guna menampung antusiasme basis penggemar band heavy metal asal Amerika Serikat tersebut.
Keunggulan Fasilitas Berstandar Asia
Promotor menilai infrastruktur JIS memiliki keunggulan teknis yang melampaui rata-rata stadion di kawasan regional. Stadion ini menawarkan pengalaman audio-visual yang lebih megah dibandingkan lokasi konser sebelumnya pada 2024.
Peningkatan skala panggung ini bertujuan untuk memuaskan ribuan penggemar yang selalu memadati setiap penampilan grup band pelantun “Dear God” tersebut.
“Kenapa pilihnya JIS, kita sudah tahu venue untuk stadium yang paling proper di Indonesia. Bahkan untuk sekarang bisa leading di Asia, salah satunya di JIS ini,” ujar CEO Ravel Entertainment, Ravel Junardy, Selasa (31/3).
Ambisi Jakarta Menuju Kota Global
Pihak pengelola stadion memastikan kesiapan infrastruktur untuk mendukung agenda besar berskala internasional. Momentum ini juga bertepatan dengan persiapan menyambut ulang tahun Jakarta yang ke-500.
Transformasi JIS menjadi pusat hiburan global merupakan langkah konkret dalam mendukung program pemerintah daerah untuk menarik lebih banyak investasi dan wisatawan mancanegara melalui industri kreatif.
Head Strategic Business Unit JIS, Shinta Syamsul Arief, menegaskan bahwa tim internal terus melakukan pembenahan fasilitas secara intensif.
“Jakarta International Stadium siap untuk memberikan kontribusi terbaik untuk mendukung semua programnya termasuk konser Avenged Sevenfold ini,” ungkap Shinta.

