Jakarta – Riuh rendah publik Johan Cruijff ArenA pada Minggu malam menjadi saksi bisu kembalinya sosok tangguh di bawah mistar gawang. Mengenakan seragam kebesaran Ajax Amsterdam, kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, berdiri sigap mengawal benteng terakhir sang raksasa Belanda.
Namun, debut resmi yang seharusnya menjadi pesta kemenangan itu berakhir dengan senyum kecut setelah papan skor tertahan di angka 1-1 saat Ajax menjamu NEC Nijmegen.
Kejutan Debut dan Bayang-bayang Kesalahan Kecil
Kesempatan emas bagi penjaga gawang berusia 26 tahun ini datang secara mendadak. Cedera yang menimpa kiper utama, Vitezslav Jaros, memaksa tim pelatih memutar otak dan menjatuhkan pilihan pada Paes. Komunikasi singkat menjadi kunci keberaniannya turun sejak menit awal.
“Pelatih hanya bertanya apakah saya siap. Sejak saya datang, komunikasi kami berjalan dengan baik,” ungkap Paes sebagaimana dikutip dari laman resmi Ajax.
Meski tampil solid dengan rentetan penyelamatan krusial, Paes secara ksatria mengakui adanya noda dalam performanya. Kurangnya ritme pertandingan akibat jam terbang yang minim membuatnya sempat melakukan beberapa kekeliruan dalam penguasaan bola.
“Secara pribadi pertandingan saya berjalan cukup baik. Ada beberapa kesalahan kecil, tetapi berusaha tetap tenang meski langsung dihadapkan pada situasi yang tidak mudah,” tambahnya.
Sentilan Pedas untuk Lini Pertahanan
Laga sejatinya sempat memihak tuan rumah saat Mika Godts merobek jala lawan pada menit ke-39. Namun, euforia itu buyar di menit ke-57 ketika Darko Nemasjic menyamakan kedudukan melalui skema sepak pojok. Hasil ini membuat Ajax tertahan di posisi keempat klasemen dengan raihan 43 poin, tepat di bawah NEC Nijmegen yang unggul selisih gol.
Kegagalan mempertahankan keunggulan ini memicu kritik dari sang kiper. Menurutnya, Ajax memiliki kewajiban moral untuk menyapu bersih kemenangan di laga kandang, terutama melawan tim seperti NEC. Fokus pada antisipasi bola mati menjadi catatan merah yang harus segera diperbaiki dalam sesi evaluasi mendatang.
“Ketika Anda adalah Ajax, Anda harus selalu mengalahkan NEC di kandang. Mereka mencetak gol dari situasi bola mati. Kami harus lebih tegas dan lebih kuat dalam momen seperti itu,” tegas Paes menutup pembicaraan.

