JAKARTA – Begitu mengudara secara serentak pada Minggu malam pukul 20.00 WIB melalui kanal YouTube resmi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) dan Kanal Indonesiana TV, video musik aransemen baru “Hari Merdeka” karya legendaris Husein Mutahar ini langsung menyedot perhatian netizen. Hanya dalam hitungan jam, ratusan pasang mata telah menyaksikan sajian audio-visual yang diramu ciamik oleh maestro komposer Erwin Gutawa.
Sentuhan dingin Erwin Gutawa sukses mengubah nyawa lagu nasional ini menjadi tampil sangat grande—megah, kolosal, namun tetap ramah di telinga generasi muda. Menteri Kebudayaan Fadli Zon pun tak ragu memberikan apresiasi tinggi usai menyaksikan karya tersebut di Jakarta.
“Menurut saya luar biasa! Terima kasih banyak untuk Mas Erwin dan seluruh jajaran penyanyi. Ini adalah hasil kerja yang singkat, cepat, efisien, namun sangat padat dan berisi. Nuansa megahnya dapet, dan semangat zamannya terasa kuat dari intro awal sampai nada penutup. Lagu perjuangan ini jadi terasa makin relevan dengan anak muda masa kini,” puji Fadli Zon.
Di balik megahnya harmoni vokal dan visual yang disuguhkan, siapa sangka ada cerita unik dalam proses produksinya. Tak butuh waktu berbulan-bulan, penataan musik hingga pengambilan gambar rupanya digarap dalam waktu yang sangat singkat.
Penyanyi muda berbakat Novia Bachmid membeberkan bahwa seluruh proses dapur rekaman hingga syuting klip diselesaikan secara marathon hanya dalam tempo satu minggu saja menjelang peluncuran resmi.
“Iya betul, kami langsung take vokal dan di hari yang sama langsung tancap gas syuting video klipnya saat itu juga,” seloroh Novia.
Tak main-main, karya raksasa ini menyatukan deretan vokalis top papan atas lintas generasi. Selain Novia Bachmid dan Harvey Malaihollo, kolaborasi lintas zaman ini diperkuat oleh Ruth Sahanaya, Vina Panduwinata, Ahmad Albar, Judika, Ardhito Pramono, Titik Hamzah, Shabrina Leanor, hingga Rita Butar Butar.
Erwin Gutawa membagikan rahasia di balik kuatnya emosi dalam aransemen ini. Ia menekankan bahwa saat mengarahkan para vokalis lintas era tersebut, kunci utamanya adalah membebaskan ekspresi sukacita. Dalam meracik keselarasan vokal yang sangat kompleks ini, Erwin bahu-membahu bersama sang putri, Gita Gutawa yang bertindak sebagai co-producer, serta penata vokal Meltho Sinyal.
Bagi Erwin, kemerdekaan 17 Agustus harus dirayakan dengan aura kebahagiaan yang membuncah dan terpancar jujur dari gestur serta mimik muka para penyanyi.
“Sebelum mereka masuk booth rekaman, saya selalu tegaskan: kita ini sedang merayakan momen yang sangat keren dan istimewa. Jadi emosi gembira dan sukacita itu harus benar-benar kelihatan meledak-ledak, baik dari gaya bernyanyi maupun dari raut wajah mereka,” tutur Erwin Gutawa.
Senada dengan Erwin, penyanyi senior Harvey Malaihollo menambahkan bahwa pesan nasionalisme tidak akan pernah bisa menyentuh hati masyarakat jika visual dan elemen musiknya berjalan sendiri-sendiri. Sinergi utuh antara aransemen musik dan sajian visual adalah kunci utama agar spirit kebangsaan meresap sempurna.

