JAKARTA – LOSC Lille mengamankan tiket otomatis fase grup Liga Champions 2026/2027 walau menelan kekalahan 0-2 saat menjamu Auxerre pada laga pamungkas Ligue 1 di Stadion Pierre-Mauroy, Senin dini hari WIB.
Kehadiran bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, pada babak kedua belum mampu menyelamatkan muka tuan rumah dari dwi gol penyerang Auxerre, Lassine Sinayoko. Beruntung, pada laga lain, Lyon tumbang 0-4 dari RC Lens, sehingga posisi tiga besar klasemen akhir tetap milik Les Dogues.
Pelatih Lille, Bruno Genesio, mengungkapkan rasa lega sekaligus catatan evaluasi mendalam usai pertandingan menegangkan tersebut.
“Kami mencapai target utama lolos ke Liga Champions, namun performa malam ini menunjukkan kami masih memiliki banyak pekerjaan rumah menghadapi kompetisi Eropa,” ujar Bruno Genesio saat konferensi pers pascalaga.
Petaka Sinayoko dan Penyelamatan VAR
Tuan rumah mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal babak pertama. Tim tamu justru mengejutkan publik Stadion Pierre-Mauroy pada menit ke-23 melalui aksi Sinaly Diomande, namun wasit menganulir gol tersebut setelah peninjauan Video Assistant Referee (VAR) mendeteksi pelanggaran.
Auxerre akhirnya benar-benar memecah kebuntuan pada menit ke-32. Lassine Sinayoko sukses menaklukkan penjaga gawang Lille, Berke Ozer, memanfaatkan kelengahan lini pertahanan tuan rumah. Skor 1-0 bertahan hingga jeda turun minum.
Masuknya Calvin Verdonk dan Drama Menit Akhir
Memasuki paruh kedua, Bruno Genesio memasukkan Calvin Verdonk demi menambah daya gedor sekaligus memperkuat sektor pertahanan. Masuknya penggawa Timnas Indonesia ini menghidupkan alur bola lambung ke lini depan, tetapi disiplin tinggi barisan belakang Auxerre mementahkan setiap peluang emas Lille.
Keasyikan menyerang membuat pertahanan Lille longgar menjelang laga usai. Lassine Sinayoko menghukum kelengahan tersebut lewat gol keduanya pada menit ke-90 melalui skema serangan balik cepat. Kekalahan 0-2 ini tidak mengubah posisi Lille di peringkat ketiga dengan 61 poin, unggul satu angka dari Lyon. Hasil ini sekaligus menyelamatkan Auxerre dari jurang degradasi musim depan.

