Jakarta – Kereta Cepat Whoosh Lebaran 2026 mencatatkan performa gemilang dengan operasional yang aman dan terkendali sejak dimulainya masa angkutan mudik.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus memperkuat kesiapan fasilitas stasiun dan integrasi antarmoda guna melayani lonjakan penumpang yang merayakan Idulfitri tahun ini. Seluruh armada dipastikan berada dalam kondisi prima untuk menunjang mobilitas masyarakat secara efisien.
Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, menegaskan bahwa sistem pengamanan dan operasional berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti. Koordinasi intensif di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan masa angkutan ini.
“Sejak pertama kali posko angkutan Lebaran dimulai pada 13 Maret 2026, seluruh perjalanan Whoosh berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali,” ujar Emir Monti dalam keterangan resminya, Jumat (27/3).
Fasilitas Lengkap Manjakan Penumpang di Stasiun
Guna menjaga kenyamanan selama masa tunggu, KCIC meningkatkan ragam fasilitas di setiap area stasiun. Penumpang dapat menikmati akses ruang tunggu reguler hingga VIP, musala yang bersih, ruang ibu menyusui, serta toilet ramah disabilitas. Selain itu, ketersediaan pos kesehatan di titik-titik strategis menjadi langkah preventif dalam menjaga kondisi fisik pengguna jasa.
Area komersial atau tenant juga tersedia lengkap untuk memenuhi kebutuhan logistik penumpang sebelum keberangkatan. Kenyamanan digital turut menjadi perhatian dengan penyediaan koneksi WiFi gratis dan fasilitas water station yang bisa diakses secara cuma-cuma oleh publik.
Hiburan Keluarga dan Integrasi Antarmoda
Demi mengusir kejenuhan, KCIC menghadirkan inovasi berupa area bermain anak (playground) dan berbagai aktivitas hiburan di lingkungan stasiun. Transformasi layanan ini didukung oleh penguatan sumber daya manusia yang telah melewati pemeriksaan kesehatan ketat sebelum menjalankan tugas di lapangan.
“KCIC berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan kereta cepat Whoosh, sekaligus mendukung kelancaran arus mudik dan balik selama Lebaran 2026,” tambah Emir.
Aspek konektivitas juga diperluas melalui optimalisasi layanan kereta feeder, transportasi daring, serta layanan shuttle. Sinergi antarmoda ini bertujuan menjamin perjalanan penumpang tetap terintegrasi dari stasiun menuju destinasi akhir, sehingga meminimalisir penumpukan arus penumpang selama periode puncak libur nasional.

