Jakarta – Aroma melati seolah menusuk indra penciuman saat sosok legendaris bertahi lalat khas itu muncul kembali lewat layar lebar. Bukan sekadar hantu penunggu lubang buaya, kali ini Luna Maya bertransformasi menjadi Suzzanna melalui sentuhan sinematik lebih megah serta emosional.
Film bertajuk “Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” garapan sutradara Azhar Kinoi Lubis siap menggebrak emosi penonton lewat drama balas dendam berbalut ilmu hitam.
“Di film ini aku benar-benar merasa satu tim tuh kayak hidup semuanya. Dan itu buat aku jadi semangat banget ada di lokasi, mengerjakan film ini,” kata Luna Maya.
Misi Memanusiakan Sang Ratu Horor
Pendalaman karakter kali ini terasa berbeda karena proses panjang telah terlalui pada judul-judul sebelumnya. Luna Maya menekankan fokus utama bukan lagi pada kemiripan fisik semata, melainkan esensi cerita serta warna baru sajian produksi. Upaya menonton ulang karya asli Suzzanna Martha Frederika van Osch turut memperkuat penjiwaan aktris bertubuh jangkung tersebut.
Karakter utama kini tampil mengedepankan sisi kemanusiaan serta kepemilikan perasaan mendalam. Penonton diajak melihat Suzzanna sebagai manusia utuh, bukan sekadar objek teror menakutkan.
“Bukan waktunya lagi penonton ‘kok enggak mirip?’. Waktunya penonton enjoy dengan filmnya dengan warna baru ditampilkan oleh siapapun berada di dalamnya,” tutur Luna Maya menjelaskan visi artistiknya.
Dilema Cinta dan Dendam Ilmu Hitam
Alur cerita membawa penonton pada konflik batin hebat saat Suzzanna dicintai Bisman (Clift Sangra), penguasa desa kejam haus kekuasaan. Tragedi berdarah bermula ketika Bisman menyantet ayah Suzzanna hingga tewas demi ambisi pribadi. Kematian sang ayah mendorong Suzzanna menempuh jalan gelap demi mempelajari ilmu santet sebagai alat pembalasan.
Kehadiran Pramuja (Reza Rahadian) menambah rumit situasi karena bibit cinta tumbuh di tengah kobaran amarah. Suzzanna terjepit antara keinginan meneruskan dendam atau mempertaruhkan segalanya demi sang kekasih hati.
“Itu mungkin aku pengen bikin dia lebih hidup dan lebih memanusiakan Suzzanna. Jadi udah bukan lagi ceritanya ‘ah lebih bagus ini mukanya’ enggak, tapi ceritanya, esensinya, value dari film ini ingin dihadirkan,” jelas Luna Maya.
Layar bioskop seluruh Indonesia bakal menayangkan kisah mencekam ini mulai 18 Maret 2026. Deretan bintang papan atas seperti Nani Djenar Maisa Ayu, Adi Bing Slamet, Iwa K, hingga komedian Nunung serta Aziz Gagap dipastikan menambah keseruan tontonan wajib tahun ini.

