Jakarta – Sorot lampu Stadion Da Luz pekan lalu menyisakan bara panas yang tidak kunjung padam. Di tengah gempita play-off 16 besar Liga Champions, sebuah tuduhan serius meluncur dari bibir bintang Real Madrid, Vinicius Junior, yang mengaku mendapat pelecehan rasial.
Alih-alih bersiap mengenakan sepatu bola untuk laga penentuan di Madrid, penyerang sayap Benfica, Gianluca Prestianni, kini justru harus tertahan di ruang tunggu investigasi setelah otoritas tertinggi sepak bola Eropa mengetuk palu sanksi.
Investigasi Kilat dan Skorsing Sementara
Badan sepak bola Eropa, UEFA, resmi menjatuhkan hukuman larangan tampil sementara kepada Gianluca Prestianni. Keputusan ini menyusul permintaan dari Inspektur Etika Disiplin UEFA (EDI) yang tengah mendalami dugaan tindakan diskriminatif terhadap Vinicius Junior. Melalui pernyataan resminya, Komite Etika dan Disiplin (CEDB) mengonfirmasi bahwa penangguhan ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran Pasal 14 Peraturan Disiplin UEFA.
“Komite Etika dan Disiplin hari ini memutuskan untuk menangguhkan sementara Gianluca Prestianni dari pertandingan kompetisi klub UEFA berikutnya,” tulis pernyataan resmi UEFA sebagaimana dikutip dari Marca, Selasa (24/2).
UEFA juga menegaskan bahwa langkah ini diambil tanpa mengurangi keputusan final yang akan lahir setelah penyelidikan selesai sepenuhnya.
Benfica Ajukan Banding di Tengah Ancaman Sanksi Berat
Meskipun sang pemain berkebangsaan Argentina tersebut membantah keras tuduhan rasisme, Benfica tetap harus kehilangan pilar pentingnya menjelang laga krusial di Madrid pada Rabu malam waktu setempat. Manajemen klub asal Portugal itu menyatakan penyesalan mendalam atas absennya Prestianni, meski mereka sadar upaya banding kemungkinan besar tidak akan mengubah status skorsing dalam waktu singkat.
Sanksi lebih berat kini membayangi karier Prestianni jika terbukti bersalah dalam proses persidangan etik nantinya. Berdasarkan regulasi yang berlaku, tindakan rasisme di atas lapangan hijau dapat berujung pada larangan bermain yang jauh lebih lama.
“Apabila UEFA menemukan pemain Argentina itu bersalah atas rasialisme, ia dapat menghadapi larangan bermain sebanyak 10 pertandingan,” tulis laporan The Guardian.
Saat ini, UEFA telah menunjuk inspektur khusus untuk memastikan kebenaran dari laporan yang dilayangkan oleh kubu Real Madrid tersebut.

