Jakarta – Sorak-sorai di Stadion Da Luz mendadak senyap saat wasit Francois Letexier meniup peluit panjang, bukan untuk mengakhiri laga, melainkan untuk menghentikan kebiadaban. Di tengah euforia gol tunggal yang dilesakkan Vinicius Junior ke gawang Benfica, terselip noktah hitam yang mencoreng sportivitas lapangan hijau.
Alih-alih merayakan kemenangan leg pertama Liga Champions 2025/26, dunia sepak bola justru kembali tertunduk lesu menghadapi hantu lama yang belum juga terusir: rasisme.
Protokol Anti-Rasisme di Stadion Da Luz
Insiden bermula sesaat setelah Vinicius Junior membawa Real Madrid unggul 1-0. Ketegangan memuncak ketika penyerang asal Brasil tersebut melaporkan dugaan tindakan rasis yang dilakukan pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Wasit Francois Letexier segera merespons dengan mengaktifkan protokol anti-rasisme resmi UEFA dan menghentikan pertandingan selama beberapa menit untuk menenangkan situasi yang memanas di lapangan.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan kekecewaan mendalam atas kejadian yang menodai kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut. Melalui pernyataan resminya, Infantino menekankan bahwa tindakan diskriminatif dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi.
“Saya terkejut dan sedih melihat dugaan insiden rasisme terhadap Vinicius Junior dalam pertandingan Liga Champions UEFA antara Benfica dan Real Madrid,” ujar Infantino.
Komitmen Global dan Tindakan Tegas
FIFA memastikan tidak akan tinggal diam melihat pemain bintangnya mendapatkan perlakuan diskriminatif. Infantino menegaskan bahwa organisasi sepak bola dunia tersebut terus memperkuat inisiatif seperti Global Stand Against Racism dan Player Voice Panel untuk menjamin keamanan para aktor lapangan hijau. Langkah wasit yang berani mengambil keputusan di tengah tekanan atmosfer stadion juga mendapat apresiasi khusus dari orang nomor satu di FIFA tersebut.
Pihak berwenang kini didesak untuk memberikan sanksi berat kepada pihak-pihak yang terbukti bersalah dalam insiden ini guna memberikan efek jera.
“Tidak ada tempat untuk rasisme dalam olahraga kita dan dalam masyarakat. Kita membutuhkan semua pihak terkait untuk mengambil tindakan dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab,” tegas Infantino.
Menutup pernyataannya, Infantino kembali menyuarakan pesan yang konsisten digaungkan FIFA ke seluruh penjuru dunia. “Saya akan selalu terus mengulanginya: Tidak untuk rasisme! Tidak untuk segala bentuk diskriminasi!” pungkasnya.

