Jakarta – Gerakan penggemar K-Pop global, KPOP4PLANET, mendatangi Majelis Nasional Korea Selatan di Seoul pada Jumat (6/2) untuk menyerahkan proposal pembentukan Dewan Konser Rendah Karbon demi menjaga keberlanjutan industri hiburan dari ancaman krisis iklim.
Langkah strategis ini merespons keresahan jutaan penggemar, termasuk di Indonesia, yang mulai merasakan dampak nyata bencana alam terhadap penyelenggaraan konser idola mereka.
Ancaman Eksistensial bagi Penggemar Global
Aktivis KPOP4PLANET asal Indonesia, Nurul Sarifah, menyoroti frekuensi pembatalan konser yang terus meningkat akibat cuaca ekstrem. Menurutnya, basis penggemar besar di Indonesia kini memandang perubahan iklim sebagai ancaman nyata dalam kehidupan sehari-hari maupun hobi mereka.
“Di Indonesia, pembatalan konser akibat bencana iklim seperti banjir dan cuaca ekstrem semakin meningkat. Para penggemar mengalami dampak krisis iklim sebagai ancaman eksistensial dalam kehidupan sehari-hari mereka,” ujar Nurul Sarifah dalam keterangan resminya.
Standardisasi Emisi dan Insentif Industri
Proposal bertajuk “Pedoman Carbon-Neutral Performance” tersebut mendorong pemerintah Korea Selatan memimpin dewan khusus untuk menetapkan standar pengukuran emisi karbon sejak tahap perencanaan hingga operasional panggung.
Selain itu, dewan ini nantinya bertugas meninjau kebijakan insentif bagi promotor yang berhasil menyelenggarakan pertunjukan netral karbon.
Aktivis Korea Selatan, Lee Da Yeon, menegaskan bahwa regulasi ramah lingkungan saat ini sudah tertinggal zaman karena belum diperbarui sejak tahun 2008. Pertumbuhan industri K-Pop yang masif menuntut adanya standar praktis yang lebih relevan dengan realitas krisis iklim saat ini.
“Konser rendah karbon bukanlah pilihan, tetapi masalah kelangsungan hidup,” tegas Lee Da Yeon.
Menanggapi desakan tersebut, Anggota Parlemen Korea Selatan dari Komite Kebudayaan, Park Soo Hyun, berjanji akan menindaklanjuti peta jalan kebijakan ini kepada Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata.
Berdasarkan survei KPOP4PLANET, sebanyak 92,2 persen penggemar global telah menyuarakan keinginan mereka untuk menikmati konser yang lebih hijau dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

