Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengonfirmasi bahwa federasi resmi menerima sanksi denda dari AFC terkait pelanggaran keamanan pada ajang Piala Asia Futsal, sekaligus menegaskan tidak akan mengajukan banding atas putusan tersebut di Jakarta, Senin (9/2).
Sanksi ini dijatuhkan menyusul insiden masuknya orang tak terakreditasi ke area teknis dan lapangan pada laga Timnas Futsal Indonesia melawan Korea Selatan serta laga Iran kontra Afghanistan akhir Januari lalu.
“Benar. Ya. Paling enggak supaya tahu itu, kan yang kena ya PSSI. Denda,” ujar Arya.
Total Denda Capai Rp235 Juta
Berdasarkan rilis Komite Disiplin AFC, PSSI dijatuhi empat jenis denda dengan total mencapai 14.000 dolar AS atau sekitar Rp235 juta. Pelanggaran utama meliputi masuknya penonton ke lapangan tanpa akreditasi dan kegagalan federasi dalam menjamin ketertiban serta keamanan stadion.
Arya menekankan bahwa kejadian ini menjadi pengingat bagi publik mengenai posisi futsal yang berada sepenuhnya di bawah naungan dan tanggung jawab finansial PSSI.
“Ya diterima dari AFC. Supaya netizen banyak yang mengerti ya kalau futsal itu di bawah PSSI. Pembiayaan juga kita yang tanggung. Futsal kemarin di Piala Asia itu besar yang kita biayai,” tegasnya.
Terkait langkah hukum lanjutan, Arya memastikan federasi akan patuh. “Enggak lah (banding). Ya sudah kita terima saja,” tambahnya.
Persiapan FIFA Series dan Pantauan John Herdman
Selain urusan denda, PSSI kini tengah fokus menyiapkan Timnas Senior untuk ajang FIFA Series yang direncanakan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Pelatih kepala John Herdman dilaporkan sedang gencar melakukan pemantauan pemain, baik di Liga Super domestik maupun pemain yang berkarier di luar negeri (abroad).
“Pelatih sudah muter-muter, mengunjungi klub-klub, mantau Super League, yang di luar juga sudah mulai dipantau. Kita tunggu nanti setelah dia selesai keliling, pasti ada masukan ke kita,” ungkap Arya.
Mengenai calon lawan, Indonesia diproyeksikan akan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada laga perdana sesuai regulasi FIFA. Arya mengakui padatnya jadwal tim nasional di tahun 2026 mulai dari Piala AFF hingga Piala Asia kelompok umur cukup menguras energi.
“Banyak banget agenda ini. Sampai pusing,” tutupnya.

