Jakarta – Istri pengusaha Irwan Mussry yang juga artis, Maia Estiantiy secara terbuka mengungkap perjuangannya melawan nyeri fisik yang sempat menghambat mobilitasnya saat menjalankan ibadah di tanah suci beberapa tahun silam.
“Di usia 40 tahun ke atas, biasanya yang duluan bermasalah itu lutut, punggung, dan persendian kaki. Saya juga mengalami itu,” ujar sosok yang akrab disapa Bunda Maia tersebut.
Transformasi dari Kursi Salat ke Hidup Aktif
Masalah fisik yang dialami Maia ternyata bukan sekadar pegal biasa. Keluhan pada lutut dan punggung sempat membuatnya kesulitan beraktivitas dalam durasi lama. Bahkan, gangguan kesehatan ini sempat memaksa penggunaan alat bantu saat beribadah agar tetap bisa menjalankan kewajiban dengan khusyuk.
“Sekitar lima tahun lalu, waktu umrah, saya masih harus pakai kursi salat. Sekarang sudah tidak lagi,” ungkapnya.
Perubahan signifikan ini terjadi setelah adanya kesadaran untuk tidak lagi memaksakan kondisi fisik seperti saat masih muda. Pendekatan yang dilakukan kini lebih fokus pada mendengarkan sinyal tubuh dan mengatur ritme aktivitas harian secara lebih bijak.
Kunci Kekuatan Otot dan Pola Makan Ketat
Menjaga berat badan menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga kesehatan sendi menurut Maia. Beban tubuh yang berlebih diyakini akan mempercepat kerusakan pada engsel-engsel tulang, terutama di area kaki. Oleh karena itu, olahraga ringan yang fokus pada penguatan otot inti menjadi rutinitas wajib yang tidak boleh terlewatkan.
“Sekarang kalau ingin bergerak atau olahraga seperti lari, saya lebih mengerem. Tubuh tidak bisa diperlakukan seperti dulu,” tegasnya.
Selain jalan kaki dengan ritme bergantian (interval walking) dan bersepeda statis, penjagaan asupan makanan menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi bagi perempuan yang memasuki fase golden age.
“Konsumsi yang baik untuk tubuh, olahraga rutin, dan hati yang gembira itu penting,” tutupnya sembari mengingatkan agar para perempuan tetap percaya diri menjalani usia senja dengan fisik yang prima.

