Jakarta – Rumah produksi A24 kembali menunjukkan taringnya di industri layar lebar lewat film Marty Supreme. Drama komedi olahraga yang mengangkat kisah juara tenis meja ini berhasil menembus angka pendapatan fantastis sebesar Rp1,73 triliun secara global, menjadikannya salah satu rilisan paling fenomenal sepanjang tahun 2025.
Kehadiran Timothée Chalamet sebagai pemeran utama terbukti menjadi magnet kuat bagi penonton di tengah lesunya industri film independen. Meski mencatatkan angka triliunan, film ini membawa catatan unik bagi dapur keuangan A24.
Rekor Pendapatan dan Dominasi Pasar Internasional
Pencapaian ini menempatkan Marty Supreme di posisi keempat dalam daftar film A24 tersukses, membayangi judul-judul besar seperti Everything Everywhere All at Once dan Civil War. Amerika Serikat masih menjadi penyumbang terbesar dengan total Rp1,36 triliun, disusul oleh pasar Inggris Raya dan Kanada yang memberikan respons sangat positif.
“Pencapaian tersebut cukup menyilaukan di tengah situasi persaingan film. Mengantarkan Marty Supreme menjadikannya salah satu film independen paling sukses sepanjang 2025,” tulis laporan resmi terkait performa box office film tersebut.
Ironi Box Office: Cuan Triliunan Tapi Belum Balik Modal?
Namun, di balik angka pendapatan yang mentereng, manajemen A24 dikabarkan masih harus memutar otak. Pasalnya, biaya produksi Marty Supreme tergolong sangat tinggi untuk skala film independen, yakni mencapai Rp1,1 triliun.
Meskipun pendapatan global sudah menyentuh Rp1,7 triliun, angka tersebut dikabarkan belum membuat perusahaan “balik modal” sepenuhnya jika menghitung biaya pemasaran dan pembagian hasil dengan pihak bioskop.
Harapan besar kini tertumpu pada jadwal rilis di 12 wilayah baru, termasuk Brasil dan Italia. Para analis memprediksi film ini akan terus merangkak naik, terutama saat memasuki musim penghargaan film internasional yang biasanya mendongkrak minat penonton.

