Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Prabowo Reshuffle Pimpinan BGN, Dadan Hindayana Diganti Nanik Deyang

    Juni 2, 2026

    Bahas RUU Polri, DPR Minta Makna Alat Negara Diperjelas dan Tolak Polri di Bawah Kementerian

    Juni 2, 2026

    Tinjau MBG di Sekolah, Prabowo Duduk di Kelas dan Makan Bersama Siswa

    Juni 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Prabowo Reshuffle Pimpinan BGN, Dadan Hindayana Diganti Nanik Deyang
    • Bahas RUU Polri, DPR Minta Makna Alat Negara Diperjelas dan Tolak Polri di Bawah Kementerian
    • Tinjau MBG di Sekolah, Prabowo Duduk di Kelas dan Makan Bersama Siswa
    • Di Tengah Tuntutan 18 Tahun Penjara, Nadiem Sampaikan Apresiasi kepada Para Presiden
    • Diminta Siswa PMI, MBG Berpeluang Jadi Program Pertama di Luar Negeri
    • Puncak Arus Balik, Lebih dari 41 Ribu Penumpang Kereta Tiba di Jakarta
    • Pertamax Turbo Naik Rp850, Harga Dua BBM Diesel Pertamina Justru Turun Tajam
    • Idul Adha 1447 H, Mulyadi Jayabaya Salurkan Ratusan Hewan Kurban ke Jakarta, Jawa Barat dan Banten
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Selasa, Juni 2
    • Nasional
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Otomotif

    Era ‘Setrum’ Dimulai: Penjualan Mobil Listrik Indonesia Meledak di Tahun 2025

    AyuBy AyuJanuari 18, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta – Tren kendaraan ramah lingkungan di Indonesia bukan lagi sekadar wacana. Data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat lonjakan drastis penjualan kendaraan elektrik sepanjang tahun 2025. Angka penjualan meroket menjadi 175.144 unit, jauh melampaui capaian tahun 2024 yang hanya menyentuh 103.228 unit.

    Loncatan ini otomatis memperlebar pangsa pasar kendaraan elektrik (EV)—yang mencakup model Hybrid (HEV), Plug-in Hybrid (PHEV), dan Battery Electric Vehicle (BEV)—dari 11,9 persen menjadi 21,8 persen di tahun 2025.

    Dominasi BEV dan Lonjakan PHEV yang Fantastis

    Jika membedah data lebih dalam, kategori Battery Electric Vehicle (BEV) menjadi primadona utama. Penjualan mobil listrik murni ini meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 43.188 unit menjadi 103.931 unit. Sementara itu, kategori PHEV mencatatkan pertumbuhan paling ekstrem secara persentase, melonjak dari hanya 136 unit menjadi 5.270 unit dalam setahun.

    Tren positif ini sekaligus mengukuhkan dominasi teknologi elektrik di aspal Indonesia. Sejak tahun 2020, saat penjualan hanya menyentuh 1.324 unit, pasar kendaraan elektrik kini telah bertumbuh ribuan persen hanya dalam waktu lima tahun.

    Nasib Mobil Bensin: Volume Besar, Tren Menurun

    Berbanding terbalik dengan mobil listrik, kendaraan bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) mulai menunjukkan kelesuan. Meski secara volume masih mendominasi pasar dengan 628.543 unit, pangsa pasar mobil bensin terus tergerus.

    GAIKINDO mencatat pangsa pasar mobil konvensional merosot ke angka 78,2 persen pada 2025. Padahal, pada tahun 2020, mobil bensin menguasai hampir 100 persen pasar otomotif nasional. Penurunan ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen Indonesia yang mulai melirik efisiensi energi.

    Revisi Strategi dan Tantangan TKDN

    Menanggapi fenomena ini, Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan para produsen untuk segera mengubah taktik pemasaran. Menurutnya, konsumen saat ini tidak lagi hanya mengejar isu lingkungan, melainkan nilai ekonomis dan kecanggihan produk.

    “Strategi marketing harus geser. Bukan cuma produk canggih atau isu lingkungan, tapi pindah ke value (nilai manfaat),” tegas Yannes.

    Ia juga mendesak pelaku industri untuk memperkuat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen. Langkah lokalisasi ini dianggap krusial untuk menekan biaya produksi di tengah kenaikan PPN menjadi 12 persen dan fluktuasi kurs mata uang. Dengan rantai pasok dalam negeri yang kuat, harga kendaraan elektrik diharapkan tetap kompetitif bagi masyarakat luas.

    BEV Ekonomi Hijau GAIKINDO ITB Mobil Hybrid Mobil Listrik Otomotif Indonesia PPN 12 persen TKDN Tren Pasar 2025
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleFord Mustang Dark Horse SC 2026 Resmi Mengaspal dengan DNA Balap dan Mesin V8 Supercharged
    Next Article Sultoni Terpilih Aklamasi dalam Munas Ke-II Pemuda LIRA, Tegaskan Arah Baru Perjuangan Pemuda
    Ayu

    Related Posts

    Bebas Denda Tunggakan, Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Berlaku Mulai 1 Juni

    Mei 31, 2026

    Resmikan KDMP: Prabowo Lawan Mental ‘Bangsa Lemah’, 1.061 Koperasi Jadi Taruhannya

    Mei 16, 2026

    Jalur Gelap 1.494 Motor Curian: Dari Jaksel Menuju Afrika

    Mei 11, 2026

    Subsidi Kendaraan Listrik 200 Ribu Unit Mulai Juni 2026

    Mei 5, 2026

    Stabilitas Pertamax di Tengah Konflik Global, Kenaikan Solar Tekan Biaya Energi

    April 27, 2026

    Honda Nekat Patok Harga Civic Type R HRC Sang Monster Jalanan Setara Mobil Mewah, Apa Sih Hebatnya?

    Februari 24, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    BERITA TERKINI

    Prabowo Reshuffle Pimpinan BGN, Dadan Hindayana Diganti Nanik Deyang

    By MartinJuni 2, 2026

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melakukan Pergantian Kepala BGN dengan mencopot Dadan Hindayana dan menunjuk…

    Bahas RUU Polri, DPR Minta Makna Alat Negara Diperjelas dan Tolak Polri di Bawah Kementerian

    Juni 2, 2026

    Tinjau MBG di Sekolah, Prabowo Duduk di Kelas dan Makan Bersama Siswa

    Juni 2, 2026
    Top Trending

    Tinjau MBG di Sekolah, Prabowo Duduk di Kelas dan Makan Bersama Siswa

    By MartinJuni 2, 2026

    JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG)…

    Bahas RUU Polri, DPR Minta Makna Alat Negara Diperjelas dan Tolak Polri di Bawah Kementerian

    By MartinJuni 2, 2026

    JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra meminta Revisi UU…

    Di Tengah Tuntutan 18 Tahun Penjara, Nadiem Sampaikan Apresiasi kepada Para Presiden

    By MartinJuni 2, 2026

    JAKARTA – Pleidoi Nadiem Makarim dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?