Jakarta – Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menyerukan kepada dunia internasional untuk mengambil langkah tegas terhadap Israel menyusul serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian di Lebanon yang melibatkan prajurit TNI.
Ia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dan lima lainnya yang mengalami luka-luka saat menjalankan misi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Kita berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dan lima lainnya yang terluka. Mereka bertugas membawa misi perdamaian dunia, namun justru menjadi korban serangan,”
Ungkap Said.
Menurut Said, serangan tersebut menunjukkan sikap militer Israel yang seolah berada di atas hukum internasional, mengingat insiden serupa telah berulang kali terjadi.
Ia mengungkapkan bahwa sejak Oktober 2024, telah terjadi sedikitnya 25 serangan terhadap properti dan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.
“Aksi penyerangan ini menunjukkan bahwa Israel seolah merasa berdiri di atas hukum. Tragedi berulang ini tidak boleh dibiarkan,”
Tegas Said.
Said mendorong agar tindakan tersebut dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) karena dinilai memenuhi unsur pelanggaran berat hukum internasional, termasuk kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Ia juga menuntut pertanggungjawaban langsung dari Israel, termasuk pengakuan atas tindakan tersebut, permintaan maaf resmi di forum internasional, serta kesiapan menjalani proses hukum sesuai mekanisme yang berlaku.
Selain itu, Said menyerukan kepada negara-negara di dunia untuk mengambil langkah diplomatik yang lebih tegas, termasuk mempertimbangkan pembatasan atau penghentian kerja sama dengan Israel.
“Momentum ini harus menjadi pengingat bagi dunia untuk berdiri di atas keadilan dan kemanusiaan,”
Tutup Said.
Ia juga menyinggung pentingnya tindak lanjut keputusan Majelis Umum PBB terkait solusi dua negara sebagai upaya menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.

