Jakarta – Riuh rendah publik Stadion Artemio Franchi berubah menjadi keheningan total saat peluit panjang berbunyi pada Selasa (20/1) malam waktu setempat setelah Como 1907 menggulung tuan rumah Fiorentina dengan skor telak 3-1 dalam laga hidup-mati babak 16 besar Piala Italia.
Kemenangan dramatis ini tidak hanya memastikan tiket perempat final bagi klub milik pengusaha Indonesia tersebut, tetapi juga mengirimkan pesan ancaman serius bagi Napoli yang sudah menunggu di babak berikutnya.
Kebangkitan Dramatis di Artemio Franchi
Pertandingan dimulai dengan kejutan bagi tim tamu. Baru tujuh menit laga berjalan, Fiorentina langsung menyentak lewat gol cepat Roberto Piccoli yang memanfaatkan umpan matang Giovanni Fabbian.
Namun, keunggulan tuan rumah tidak bertahan lama. Como merespons dengan intensitas serangan tinggi hingga Sergi Roberto berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-20 melalui bola rebound yang tidak mampu dihalau kiper lawan.
Memasuki babak kedua, dominasi Como semakin terlihat nyata. Nico Paz membawa tim berbalik unggul 2-1 pada menit ke-60 melalui sepakan keras dari luar kotak penalti. Ketegangan memuncak di penghujung laga sebelum akhirnya Alvaro Morata mengunci kemenangan menjadi 3-1 pada menit ke-90+1.
Menatap Tantangan Besar di Naples
Kemenangan ini membawa konsekuensi besar bagi jadwal Como di masa depan. Berdasarkan bagan turnamen, Como dijadwalkan bertandang ke Stadion Diego Armando Maradona untuk menantang Napoli pada Selasa dua pekan mendatang.
Laga tersebut diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi performa lini depan Como yang kini dihuni pemain-pemain kelas dunia.
Kiper Fiorentina, Oliver Christensen, sebenarnya sempat tampil gemilang dengan menghalau tembakan Maxence Caqueret, namun koordinasi pertahanan yang buruk di menit-menit akhir membuat gawang La Viola tetap jebol. Hasil ini memastikan Fiorentina harus angkat koper lebih awal dari kompetisi kasta kedua paling bergengsi di Italia tersebut.

